Saturday, June 8, 2019

Flagship Killer 2019! Redmi K20 Pro


TechnoDrive - Setelah beragam bocoran berlalu lalang, kini Redmi akhirnya meluncurkan duo Smartphone Redmi K20 dan K20 Pro di China.

Redmi K20 Pro disebut-sebut sebagai 'Flagship Killer' karena memiliki spesifikasi gahar meski dari segi harga yang tidak masuk akal. K20 Pro menggunakan Processor Snapdragon 855.

Layar Super AMOLED dengan bentang 6.39" dengan resolusi FHD+ dan aspect ratio 19:5:9.
Datang dengan Ram 6/8GB dan Internal 64/128/256GB.
Baterainya 4000mAh dengan Fast Charging 27 watt.

K20 Pro memiliki 3 kamera belakang, yaitu kamera utama Wide 48MP, Ultrawide 13MP dan Telephoto 8MP.


Redmi juga merilis K20 yang merupakan versi rendah dari K20 Pro. Sama-sama menggunakan layar 6.39" dan setup 3 kamera.

K20 menggunakan Processor Snapdragon 730. Kapasitas Ram 6/8GB dan Internal 64/128GB.

Lalu pada sektor perekaman video, dimana K20 Pro bisa merekam video 4K 60fps, sedangkan K20 hanya 4K 30fps.

Di China, K20 Pro di bandrol dengan harga 2.499 Yuan atau 5.1 Juta untuk varian terendah.
Sedangkan K20 dibandrol dengan harga 1.999 Yuan atau 4,1 Juta.

Belum ada Informasi lanjut mengenai apakah K20 dan K20 Pro akan masuk ke pasar Indonesia. Pasalnya Redmi baru saja mau memasukan Redmi 7 dan tidak lebih.

Rekomendasi Smartphone 1 jutaan 2019

TechnoDrive - Pertarungan didunia Smartphone semakin panas. Brand-brand mulai mengeluarkan senjata terbaik mereka untuk bersaing dikelasnya. Kali ini TechnoDrive akan memberikan kalian rekomendasi hape sejutaan yang pas banget!

1. Samsung Galaxy A10

 Yang pertama adalah Smartphone Entry-level dari Samsung. Kali ini Samsung bangkit dengan seri-seri terbarunya termasuk A10.
A10 adalah seri paling rendah dari seri A lainnya, namun kemampuannya tidak bisa dianggap remeh.

A10 memakai Chipset Exynos 7884, dipadukan dengan Ram 2GB dan Internal 32GB yang lumayan cukup untuk hape kelas Entry-level.
Layar LTPS HD+, bentang layarnya 6.2" dengan Infinity-V Notch.
Kamera belakang 13MP dan depan 5MP yang bisa merekam video sampai 1080p.

Menariknya, A10 sudah memakai UI terbaru Samsung yaitu OneUI dengan Android Pie.
Bahkan M10 dan M20 dikelasnya masih memakai Samsung UX dengan Android Oreo.

Chipset baru ini ternyata memiliki kemampuan yang lumayan baik untuk bermain game, walau belum selancar itu untuk bermain PUBG. Tapi game-game ringan bisa dimainkan dengan lancar.

Harga baru Galaxy A10 adalah Rp. 1.799.000

2. Xiaomi Redmi 6
  
 Kali ini datang dari Xiaomi, yaitu Redmi 6. Walau bukan Line Up baru, tapi Redmi 6 masih layak untuk dimiliki ditahun 2019.

Redmi 6 memiliki layar IPS HD+ dengan bentang layar 5.45".
Menggunakan Processor MediaTek Helio P22 yang sangat pas untuk Smartphone Entry-level.
Dipakai main PUBG dan Honkai Impact 3 pun masih sangat lancar. performanya yang ngebut membuat hape ini enak dipakai.
Kamera belakang 2 buah, 12MP dan 5MP untuk fitur bokeh.
Kamera depan 5MP dan bisa merekam video 1080p.
Terdapat Fingerprint dibelakang untuk keamanan, juga Face Recognition yang lumayan cepat.

Harga baru Redmi 6 untuk varian 3/23GB adalah Rp. 1.799.000 dan 4/64GB Rp. 1.999.000

 3. Asus Max Pro M1

 Max Pro M1 juga bukanlah Smartphone yang tergolong baru, namun karena akhir-akhir ini sudah turun kasta, jadi Max Pro M1 lumayan banyak dicari ditahun 2019, apalagi karena spesifikasinya.

Menggunakan Processor Snapdragon 636, tersedia dalam varian 3/32, 4/64 dan 6/128.
Kamera utama 13MP (16MP untuk varian 6GB) dan Depth Sensor 5MP.
Kamera Selfie 8MP (16MP untuk varian 6GB) untuk hasil yang terbaik.
Layarnya IPS FHD+ 5.99".

Max Pro M1 memiliki spesifikasi yang lebih unggul dibanding Redmi 6 dan A10, karena tadi saya bilang hape ini turun kasta.

Harganya turun dari Rp. 2.599.000 (3GB) menjadi 1.599.000

Menarik bukan? bisa memiliki hape spek dewa di harga 1 jutaan?


Oke segitu dulu rekomendasi dari saya, semoga bermanfaat dan cepat bertemu jodohnya!

Aston Martin DBS Superleggera Dirilis Resmi, Tenaga 725 PS!

AutonetMagz.com Pada pertengahan bulan Juni 2018 kemarin, pihak Aston Martin memperkenalkan Aston Martin DBS Superleggera secara global sebagai sebuah mobil khusus yang menonjolkan nama ‘Superleggera’ kembali. Nah, tak sampai setahun, pihak Aston Martin Jakarta telah berhasil membawa mobil kencang ini ke tanah air, dan per tanggal 27 Mei 2019 ini, sosok Aston Martin DBS Superleggera telah resmi diperkenalkan dan siap ditebus oleh konsumen di Indonesia.



Oke, sebelum kita masuk ke informasi mengenai mobil ini, dan peluncurannya di Jakarta, ada baiknya kita sedikit flashback tentang sejarah nama mobil ini. Aston Martin DBS Superleggera sendiri menandai penggunaan kembali nama ‘Superleggera’ sebagai salah satu lini produk Aston Martin. Bersama dengan DBS, pihak Aston Martin menggabungkan keunggulan dari Aston Martin DB4, DB5, dan juga DB6 mark 1 dan muncullah Aston Martin DBS Superleggera. Nama Superleggera sendiri merujuk pada produk Aston Martin di tahun 1967 silam, selain itu, nama tersebut memiliki arti ‘Sangat Ringan’


Kembali ke produk, Aston Martin DBS Superleggera sendiri memiliki bentuk eksterior yang relatif mirip dengan Aston Martin DB11, kecuali pada bentuk lampu depan yang lebih rounded. Namun sesuai dengan namanya, Aston Martin DBS Superleggera memiliki bobot yang lebih ringan dari saudara tuanya itu. Aston Martin DBS Superleggera menggunakan rangka yang merupakan evolusi dari struktur aluminium ikatan ringan generasi terbaru yang pertama kali digunakan di Aston Martin DB11. Bobot total dari Aston Martin DBS Superleggera sendiri ada di angka 1.693 kg, thanks to bahan karbon yang bisa banyak ditemukan di mobil ini.


Tampang garang, dan bobot ringan mobil ini makin didukung dengan mesin 5.200cc Twin-Turbo V12 dengan tenaga maksimal di angka 725 PS pada 6.500 rpm dan torsi maksimal di angka 900 Nm pada rentang 1.800 rpm hingga 5.000 rpm. Digabungkan dengan transmisi 8 percepatan lansiran ZF, mobil ini bisa berlari dengan kecepatan maksimal di angka 340 km/jam dan berakselerasi dari keadaaan diam hingga 100 km/jam hanya dalam waktu 3,4 detik saja. Praktis, Aston Martin DBS Superleggera menjadi sebuah mobil super grand tourer yang pas untuk mereka yang mengagumi kecepatan.





Nancy Chen, GM Aston Martin South & South East Asia menyebutkan, “Aston Martin DBS Superleggera merupakan perwujudan ambisi kami unuk mengganti semua model mobil sport dua pintu milik Aston Martin sebagai bagian dari strategi transformasi Second Century Plan. Selama ini, pelanggan Aston Martin di Indonesia selalu supportive, oleh karena itu, saya yakin bahwa peluncuran Aston Martin DBS Superleggera akan mendapatkan sambutan baik di negara ini dan semakin meningkatkan pertumbuhan penjualan serta memperluas basis pelanggan Aston Martin di negara yang indah ini”




[Used Car] Rekomendasi SUV terbaik untuk anda!

Otodrive - Pada saat ini, sudah banyak kelas mobil di Indonesia. Mulai dari LMPV, MPV, dan SUV.
SUV adalah singkatan dari Sport Utility Vehicle. Mobil-Mobil SUV umumnya menggunakan sasis Ladder Frame atau sasis tangga agar lebih rigid dan lebih kuat.
Namun ada juga Crossover yang menggunakan sasis Monocoque (monokok).

Sasis pada mobil Crossover sudah menyatu dengan body nya atau Unibody.


Kelebihan sasis ini adalah kenyamanannya, bantingan suspensi yang lebih halus dan lebih ringan.
Namun sasis ini kurang tangguh bila di bandingkan dengan Ladder Frame.


Sedangkan Ladder Frame, sesuai namanya berbentuk seperti tangga. karena mobil dengan sasis ini memiliki Frame, maka mobil tersebut bisa lebih kuat dan tangguh dibanding Monocoque.
Namun sasis ini sangat berat (maka diaplikasikan ke mobil yang besar juga), mobil dengan sasis Ladder Frame kurang handal dalam bermanuver dan melahap tikungan.


Itu adalah sedikit pengenalan mengenai sasis mobil SUV dan Crossover untuk menentukan mobil apa yang akan anda beli nantinya.

Sesuai judul postingan ini, saya akan memberikan 3 mobil SUV Ladder Frame bekas terbaik untuk referensi anda dalam memilih SUV bekas.


1. Mitsubishi Pajero Sport (2nd-Gen)

 

Mobil yang saya rekomendasikan pertama adalah Pajero Sport generasi ke-2. Mobil ini sampai sekarang masih banyak berkeliaran di Indonesia dan bentuknya yang sudah sangat familiar.

Untuk pasar Indonesia, mobil ini memiliki dua pilihan mesin. Yaitu, 2400cc Inline-4 (4G69) Bensin dengan tenaga maksimal 161HP, dan 2500cc Inline-4T (4D56) Diesel dengan tenaga maksimal 173HP.

Mobil ini memiliki berat 2065 kg, panjang 4,695 mm, lebar 1,815 mm, dan tinggi 1,840 mm.
Dengan dimensinya yang besar, mobil ini memiliki kabin yang sangat luas dan nyaman.
 Bantingan pada mobil ini sangat halus dibandingkan SUV Ladder Frame lainnya, walau dengan bobotnya yang 2 ton lebih sedikit, membuat mobil ini limbung saat belok mendadak.
Tapi Mitsubishi juga mengeluarkan seri Dakar yang memiliki Suspensi yang lebih alus dan sistem penggerak 4 roda depan belakang atau 4x4.


2. Toyota Fortuner (1st-Gen)


Kali ini ada Fortuner dari Toyota.
Fortuner bisa dikatakan kompetitor baru, dibandingkan Pajero yang sudah beken ditahun 90-an.
Namun Fortuner tidak bisa dianggap remeh, karena semua fitur yang ditawarkan lumayan lengkap.

Fortuner di Indonesia tersedia dalam 3 trim, yaitu G, V, dan TRD.
Trim G memiliki mesin 2700cc Inline-4 (2TR-FE) Bensin
Trim V memiliki mesin 2700cc Inline-4 (2TR-FE) Bensin 4x4
lalu TRD Sportivo dengan mesin 2500cc Inline 4 (2KD-FTV VNT) Diesel 4x4

Fortuner memiliki panjang 4,705 mm, lebar 1,840 mm, dan tinggi 1,850 mm.
bobotnya? hanya 1.8 Ton! 200kg lebih ringan dari Pajero Sport. bahkan seri tertinggi 3.0L 1KD-FTV 4x4 hanya 1.9 Ton!

Perbandingan bobot yang tidak banyak ini, ternyata membawa pengaruh yang lumayan besar.
 Fortuner lebih handal dalam melahap tikungan dan lebih stabil, namun bantingan suspensi yang lebih keras.


3. Isuzu Mu-X
 Fortuner bukanlah yang paling muda didunia Ladder Frame. ada Isuzu Mu-X yang baru memulai debutnya pada tahun 2013. Mobil ini baru ada 1 generasi dan hanya mengalami beberapa Facelift.

Mu-X memiliki harga yang lebih murah dari Fortuner dan Pajero, namun bertahan.

Mu-X memang memiliki banyak kekurangan dari kompetitornya, tapi bukan berarti jelek.
Isuzu dikenal sebagai pembuat mesin Diesel paling jago. mesin DURAMAX saja Isuzu yang merancangnya. Maka Mu-X tidak perlu diragukan lagi dalam hal ketahanan mesin.

Mu-X memiliki 3 varian mesin, yaitu 1.9L, 2.5L, dan 3.0L. Namun yang masuk ke Indonesia hanya varian 2500cc dikarenakan masalah emisi. Sampai Facelift terbarupun, Mu-X masih menggunakan mesin yang sama, 4JK1-TCX.

Mu-X memiliki panjang 4,825 mm, lebar 1,860 mm, tinggi 1,840 mm dan bobot 1,992 kg, tetap lebih ringan dari Pajero.

Mu-X tidak memiliki Power Steering, karena semua Isuzu begitu.
Jadi anda harus mengeluarkan ekstra tenaga saat membelokkan mobil ini dikondisi lambat.


Oke segitu 3 rekomendasi mobil SUV bekas tahun ini yang masih layak untuk dimiliki.
Semoga bermanfaat dan bertemu jodohnya masing masing :)